Baru-baru ini ada seorang teman Ummahat yang bertanya pada saya tentang pemakaian bedong untuk bayinya yang baru lahir. Masyarakat Indonesia dari dulu hingga sekarang banyak yang percaya bahwa bayi baru lahir harus dipakaikan bedong. Alasan-alasan yang beredar antara lain untuk meluruskan lutut bayi yang bengkok, sehingga bedong seringkali dipakaikan pada bayi dengan begitu kencang hingga kedua tungkainya diluruskan. Apakah praktik seperti ini sudah tepat?Terlebih dahulu perlu diketahui bahwa lutut bayi baru lahir normalnya memang cenderung bengkok, yaitu kedua tumit saling mendekat dan kedua lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf O. Posisi ini juga dipengaruhi oleh posisi kaki bayi selama berada dalam kandungan yang cenderung tertekuk. Normalnya, bayi terlahir dengan keadaan lutut bengkok sampai usia 3 tahun. Lutut yang membengkok akan menjadi lurus dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi tanpa perlu mendapat intervensi dari luar.
Karena itu, sebenarnya pemakaian bedong tidak diperlukan untuk mengatasi lutut bayi yang membengkok. Pemakaian bedong justru berisiko menghambat pergerakan motorik kaki dan tangan bayi yang semestinya bergerak secara bebas. Selain itu bedong pada bayi yang terlalu kencang dan kuat justru dapat menyebabkan bergesernya panggul
(dislokasi panggul).
Jadi apakah bayi benar-benar tidak boleh dipakaikan bedong?
Bedong dapat dipakaikan pada bayi untuk menghangatkan tubuhnya, terutama pada suhu udara yang dingin atau ketika bayi baru selesai dimandikan. Namun perlu diingat bahwa bedong tidak boleh dipakaikan dengan kencang, pastikan saat dibedong panggul bayi dapat bergerak bebas begitu pula tangan dan kakinya.
Referensi penulisan artikel:
1. https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001585.htm
2. http://www.pediatric-orthopedics.com/Topics/Bow_Legs/bow_legs.html
3. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-lutut-dan-kaki-bengkok-pada-bayi
Terimajasih atas informasinya, ditunggu tulisan selanjutnya
BalasHapussiap, terima kasih atas dukungannya :)
BalasHapus