4 Skill Keren Buat Dokter di Era Digital
dr. Intan Kemaladina
Juli 17, 2020
5
Abad 21 adalah era digital, kita hidup di zaman ketika teknologi digital
telah berkembang pesat dan semakin banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Semua kalangan termasuk dokter mau nggak mau harus menyesuaikan diri dengan
perubahan ini agar tetap bisa berkiprah dan nggak ketinggalan dengan
perkembangan zaman.
1. Social Media Optimization (SMO)
Apakah ini skill yang berkaitan dengan penggunaan media sosial? Benar
sekali. Meluasnya pengunaan media sosial di era digital ini sudah banyak
dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk berinteraksi dan memberi pengaruh
pada masyarakat. Instagram, Facebook, Twitter dan media sosial lainnya menjadi
tempat yang efektif jika dokter ingin melakukan edukasi aktif mengenai Covid19
untuk meluruskan pemahaman yang salah atau berbagi informasi dan ide-ide baru.
Saat ini sudah banyak teman sejawat yang aktif memberikan artikel kesehatan di Facebook, bikin infografis di Instagram, bahkan nge-tweet di Twitter yang nampaknya random tapi tetap memberikan edukasi buat netizen. Dokter yang berkarya di Youtube ataupun bikin podcast kesehatan juga semakin banyak. Berbagai platform yang dimanfaatkan menjadikan para dokter plebih dikenal di tengah masyarakat. Karena itu tidak salah lagi, pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial akan sangat bermanfaat bagi seorang dokter yang ingin aktif menyampaikan ide dan aspirasinya kepada publik.
2. Digital Marketing
Dokter belajar marketing? Apa nggak ribet? Nggak kok, karena dalam ilmu digital marketing ini kita akan belajar cara-cara memanfaatkan teknologi digital termasuk website dan media sosial untuk pemasaran yang lebih efektif. Skill ini mirip dengan SMO namun media yang digunakan jauh lebih luas.
Penerapan ilmu ini akan lebih bermanfaat jika dokter memiliki usaha sendiri misalnya klinik dan praktik pribadi, bisa juga untuk mempublikasikan suatu event yang diadakan oleh organisasi atau kolegium. Selain itu jika dokter telah mempublikasikan suatu content digital baik berupa artikel, video dan lain-lain, pemasaran content tersebut dengan metode digital marketing akan menghasilkan viewer yang jauh lebih banyak. Di zaman digital ini, pemasaran tanpa menggunakan media digital akan sedikit sekali memberi hasil yang diharapkan. Skill ini telah banyak dimanfaatkan berbagai kalangan, karena itu dokter sebagai pionir di bidang kesehatan pun jangan sampai ketinggalan dalam memahami ilmu digital marketing ini.
3. Desain Grafis
Informasi yang disampaikan dengan lebih artistik akan lebih mengena dan diingat, karena itu dasar-dasar ilmu desain grafis ini akan bermanfaat banget jika dipahami oleh seorang dokter. Nggak perlu belajar desain grafis yang expert kayak Adobe Photoshop atau Illustrator kok. Saat ini udah banyak aplikasi editor gambar untuk smart phone yang simpel tapi tetap ciamik, misalnya Canva, Picsart dan lainnya.
Skill yang satu ini dapat dipraktikkan dengan lebih mudah namun memberi banyak manfaat. Dengan pemahaman dasar mengenai desain grafis, seorang dokter akan mengerti bagaimana menyajikan informasi yang indah dipandang mata agar masyarakat lebih tertarik untuk memahaminya. Dokter bisa bikin infografis yang lebih menarik, menambahkan gambar yang eye-catching di tengah artikel yang ditulis, ataupun menata poster ilmiah yang dicetak untuk menarik perhatian pembaca.
4. Visualisasi Data
Dalam skill ini kita mempelajari bagaimana menyajikan data statistik yang biasanya kurang menarik untuk disimak menjadi lebih atraktif namun tetap informatif. Data yang ada dapat disajikan dengan berbagai metode seperti grafik, peta, atau pie-chart.
Skill visualisasi data bisa dimanfaatkan untuk publikasi ilmiah yang sering dilakukan dokter, karena data yang telah divisualisasikan tersebut dapat ditampilkan dalam website, poster bahkan jurnal ilmiah. Ada berbagai aplikasi visualisasi data, salah satunya yang paling dikenal saat ini adalah Google Data Studio. Aplikasi berbasis web ini lumayan simpel dan mudah dipelajari, cocok digunakan berbagai kalangan termasuk dokter
Itulah 4 contoh skill di era digital yang akan memberi nilai tambah sangat besar jika dikuasai oleh seorang dokter. Untuk mempelajari keahlian tersebut tidak sulit, dokter bisa googling dengan kata kunci skill yang ingin dipelajari dan akan menemukan banyak sekali media yang tersedia. Ada berbagai website yang menyediakan artikel ataupun video yang bisa dibaca dan disimak. Bahkan saat ini sudah tersedia banyak kursus online singkat yang mengajarkan berbagai skill digital, ada yang gratis dan berbayar. Dokter dapat memilih skill mana yang ingin dipelajari sesuai dengan alokasi waktu luang yang dimiliki di tengah kesibukan sehari-hari.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat kita semua terutama para dokter dalam menyongsong era digital ya. Jika ada masukan dari pembaca silahkan ditulis di kolom komentar :)
Selain digital skills dasar seperti menggunakan e-mail, Microsoft Office, dan aplikasi lainnya yang mendukung pekerjaan
dokter sehari-hari, ada berbagai skill
lainnya yang akan menjadi nilai tambah jika dikuasai oleh seorang dokter. Apa
saja skill tersebut?
1. Social Media Optimization (SMO)
Saat ini sudah banyak teman sejawat yang aktif memberikan artikel kesehatan di Facebook, bikin infografis di Instagram, bahkan nge-tweet di Twitter yang nampaknya random tapi tetap memberikan edukasi buat netizen. Dokter yang berkarya di Youtube ataupun bikin podcast kesehatan juga semakin banyak. Berbagai platform yang dimanfaatkan menjadikan para dokter plebih dikenal di tengah masyarakat. Karena itu tidak salah lagi, pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial akan sangat bermanfaat bagi seorang dokter yang ingin aktif menyampaikan ide dan aspirasinya kepada publik.
2. Digital Marketing
Dokter belajar marketing? Apa nggak ribet? Nggak kok, karena dalam ilmu digital marketing ini kita akan belajar cara-cara memanfaatkan teknologi digital termasuk website dan media sosial untuk pemasaran yang lebih efektif. Skill ini mirip dengan SMO namun media yang digunakan jauh lebih luas.
Penerapan ilmu ini akan lebih bermanfaat jika dokter memiliki usaha sendiri misalnya klinik dan praktik pribadi, bisa juga untuk mempublikasikan suatu event yang diadakan oleh organisasi atau kolegium. Selain itu jika dokter telah mempublikasikan suatu content digital baik berupa artikel, video dan lain-lain, pemasaran content tersebut dengan metode digital marketing akan menghasilkan viewer yang jauh lebih banyak. Di zaman digital ini, pemasaran tanpa menggunakan media digital akan sedikit sekali memberi hasil yang diharapkan. Skill ini telah banyak dimanfaatkan berbagai kalangan, karena itu dokter sebagai pionir di bidang kesehatan pun jangan sampai ketinggalan dalam memahami ilmu digital marketing ini.
3. Desain Grafis
Informasi yang disampaikan dengan lebih artistik akan lebih mengena dan diingat, karena itu dasar-dasar ilmu desain grafis ini akan bermanfaat banget jika dipahami oleh seorang dokter. Nggak perlu belajar desain grafis yang expert kayak Adobe Photoshop atau Illustrator kok. Saat ini udah banyak aplikasi editor gambar untuk smart phone yang simpel tapi tetap ciamik, misalnya Canva, Picsart dan lainnya.
Skill yang satu ini dapat dipraktikkan dengan lebih mudah namun memberi banyak manfaat. Dengan pemahaman dasar mengenai desain grafis, seorang dokter akan mengerti bagaimana menyajikan informasi yang indah dipandang mata agar masyarakat lebih tertarik untuk memahaminya. Dokter bisa bikin infografis yang lebih menarik, menambahkan gambar yang eye-catching di tengah artikel yang ditulis, ataupun menata poster ilmiah yang dicetak untuk menarik perhatian pembaca.
4. Visualisasi Data
Dalam skill ini kita mempelajari bagaimana menyajikan data statistik yang biasanya kurang menarik untuk disimak menjadi lebih atraktif namun tetap informatif. Data yang ada dapat disajikan dengan berbagai metode seperti grafik, peta, atau pie-chart.
Skill visualisasi data bisa dimanfaatkan untuk publikasi ilmiah yang sering dilakukan dokter, karena data yang telah divisualisasikan tersebut dapat ditampilkan dalam website, poster bahkan jurnal ilmiah. Ada berbagai aplikasi visualisasi data, salah satunya yang paling dikenal saat ini adalah Google Data Studio. Aplikasi berbasis web ini lumayan simpel dan mudah dipelajari, cocok digunakan berbagai kalangan termasuk dokter
Itulah 4 contoh skill di era digital yang akan memberi nilai tambah sangat besar jika dikuasai oleh seorang dokter. Untuk mempelajari keahlian tersebut tidak sulit, dokter bisa googling dengan kata kunci skill yang ingin dipelajari dan akan menemukan banyak sekali media yang tersedia. Ada berbagai website yang menyediakan artikel ataupun video yang bisa dibaca dan disimak. Bahkan saat ini sudah tersedia banyak kursus online singkat yang mengajarkan berbagai skill digital, ada yang gratis dan berbayar. Dokter dapat memilih skill mana yang ingin dipelajari sesuai dengan alokasi waktu luang yang dimiliki di tengah kesibukan sehari-hari.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat kita semua terutama para dokter dalam menyongsong era digital ya. Jika ada masukan dari pembaca silahkan ditulis di kolom komentar :)




